perbedaan teori julian steward dan leslie white?
Kunci Jawaban perbedaan teori julian steward dan leslie white?.
Kami ada 1 jawaban mengenai perbedaan teori julian steward dan leslie white?. Silakan pelajari jawaban selengkapnya di bawah ini:
Jawaban: #1:
A. PengantarSebagaimana diketahui bahwa masyarakat Eropa pada awalnya masih terkungkung dengan pandangan yang dituangkan dalam kitab-kitab suci agama mereka beranggapan bahwa gejala-gejala yang mencuat dari alam dan yang mengemuka dari masyarakat dan kebudayaan tidak akan dapat dipelajari secara rasional. Keyakinan seperti ini telah berlangsung lama dalam masyarakat Eropa sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal dan pikiran yang menjadi faktor utama yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Untuk melihat gejala-gejala yang muncul dari alam, masyarakat dan kebudayaan manusia, masyarakat Eropa mengembalikan sepenuhnya pada kitab-kitab agama mereka, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.[1]Namun demikian, perlahan-lahan model pandangan seperti ini mulai hilang seiring makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimungkinkannya penggunaan akal yang dimiliki manusia untuk melihat segala fenomena yang ada dan terjadi dalam masyarakat. Model pandangan yang mengemuka untuk mengganti pandangan ‘tradisional’ sebelum dalam kajian budaya (antropologi) paling awal adalah teori evolusi kebudayaan dan teori difusi kebudayaan. Kedua teori ini muncul dengan mengusung karakteristiknya sendiri-sendiri dan masing-masing mengklaim sebagai paradigma yang seharusnya dipakai untuk melakukan kajian terhadap manusia dan perjalanan perkembangannya.B. Teori Evolusi KebudayaanPada abad ke sembilan belas, dalam masyarakat Eropa mengemuka sebuah paradigma (cara pandang) yang memandang bahwa gejala-gejala yang timbul dari alam, masyarakat dan kebudayaan yang ada dalam komunitas manusia dapat dilihat dan dipikirkan secara rasional. Cara pandang yang secara tidak langsung mengkritik perilaku masyarakat Eropa Barat yang mengembalikan segala sesuatunya ke kitab suci ini kemudian dikenal dengan teori evolusi kebudayaan. Paradigma ini dipahami sebagai pandangan yang menyatakan bahwa ada kepastian dalam tata tertib perkembangan yang melintasi sejarah kebudayaan dengan kecepatan yang pelan tetapi pasti.[2] Selanjutnya, dimulailah pergumulan dogma-dogma agama yang telah sekian lama mengakar di tengah-tengah masyarakat dengan cara pandang baru yang sepenuhnya berbeda dan asing bagi masyarakat Eropa Barat saat itu.Paradigma evolusi kebudayaan yang ingin mengganti model dogmatis agama yang telah mendarahdaging di Eropa Barat dalam memandang kebudayaan manusia ini dikemukakan pertama kali oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917), seorang ahli antropologi yang berasal dari Inggris. Persinggungan Tylor dengan hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan dimulai ketika ia menempuh pendidikan kesusastraan dan peradaban Yunani dan Romawi klasik. Ketertarikan seputar kebudayaan ini membuatnya sangat menyukai ilmu arkeologi yang memang mengambil objek kajian terhadap benda-benda peninggalan masa lampau. Ketertarikan ini terus tumbuh subur seiring didapatnya kesempatan untuk melakukan suatu perjalanan menyusuri Afrika dan Asia hingga membuatnya tertarik untuk membaca naskah-naskah etnografi yang mengisahkan tentang masyarakat yang ada di kedua benua tersebut. Setelah mendapat pengakuan sebagai seorang pakar arkeologi, Tylor diajak serta mengikuti ekspedisi Inggris untuk mengungkap benda-benda arkeologis peninggalan beragam suku yang ada di Meksiko.[3]Kepiawaian Tylor dalam kajian kebudayaan membuatnya diangkat sebagai guru besar di Harvard University. Menurut Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.[4] Ho-de-no-Sau-nie or Iroquois. Dalam buku ini, Morgan memaparkan susunan kemasyarakatan dan kekerabatan yang ada dalam masyarakat suku Indian ini yang dilakukan berdasarkan pada gejala kesejajaran yang seringkali ada dalam sistem istilah kekerabatan dan sistem kekerabatan .[7]
Komentar
Posting Komentar